on Leave a Comment

Mengapa Islam Itu Indah?

Anak Adam yang dilahirkan ke dunia dalam keadaan fitrah. Salah satu pengertian-nya bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan suci; tidak mengetahui sesuatu apapun karena belum berakal & belum berpengetahuan; tidak berdosa; tidak kafir.

Bagaimana cara-nya agar dapat mengetahui sesuatu dengan akal & pengetahuan-nya, menjaga untuk tidak memiliki dosa dan selamat dari kekafiran? Sesuai kehendak Allah yang meliputi takdir-Nya, anak manusia yang lahir akan dibimbing orang tua & lingkungan-nya untuk menggunakan akal dan pengetahuan-nya agar dapat mengetahui segala sesuatu di dunia.

Untuk mengetahui sesuatu itu baik atau buruk, mereka akan mengajarkannya untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Orang tua yang lurus akan menanamkan keimanan kepada mereka untuk menjalankan peribadatan kepada satu Tuhan agar terhindar dari dosa dan selamat dari kekafiran, karena hanya kepada Allah manusia harus menyembah dan meminta pertolongan sehingga ditunjuki-Nya jalan yang lurus.

Bagaimana cara-nya menyembah kepada satu Tuhan? Yaitu menyerahkan diri sepenuhnya untuk menjalankan ibadah kepada Allah dengan tidak mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah; tidak menyerupakan Allah dengan sesuatu; beriman bahwa Allah tidak ber-bapak & tidak ber-ibu dan juga tidak ber-anak.

Bagaimana cara-nya menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah? Yaitu dengan menyempurnakan rukun iman dengan memenuhi rukun Islam. Jika manusia tetap berjalan di atas fitrah-Nya maka ia akan mendapati kesucian dalam keadaan Islam sebagai agama yang lurus.

Surat Ar-Rum Ayat 30:
(30) Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Hanya Allah Maha Mengetahui, disampaikan dalam hadits yang di-takhrij Bukhari; kadangkala manusia tidak berjalan di atas fitrah-Nya; tidak dalam keadaan Islam; berubah fitrahnya; karena kedua orang tua-nya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Oleh karena itu, untuk kembali kepada fitrah-Nya maka ia harus mengetahui dengan akal & pengetahuannya untuk membuka hati, pendengaran dan penglihatannya terhadap jalan (agama) yang lurus agar terhindar dari dosa dan selamat dari kekafiran.

Untuk membuka hati terhadap Islam, meningkatkan iman dalam Islam, harus diyakini dengan belajar Al-Qur'an & Hadits sebagai petunjuk yang harus dipedomani untuk kembali kepada fitrah-Nya; karena fitrah (Islam) itu indah.

0 komentar:

Powered by Blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...